Sun. Nov 26th, 2023

Apa Itu Enkripsi WhatsApp dan Bagaimana Cara Kerjanya?

WhatsApp adalah aplikasi perpesanan instan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Aplikasi ini dimanfaatkan bukan hanya untuk urusan kantor saja, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan keluarga, pasangan, hingga kerabat. Isi percakapan yang dibagikan di ruang obrolan (chat) tidak melulu soal hal yang remeh-temeh, ada juga file penting bahkan sensitif yang dibagikan. Misalnya, dokumen atau informasi penting dan rahasia.

Lantas, apakah data/informasi yang dibagikan benar-benar aman? Untuk menjawab keresahan itu, WhatsApp mengklaim bahwa pihaknya melindungi keamanan data pengguna melalui sistem enkripsi dari ujung ke ujung atau dikenal dengan istilah end-to-end encryption (E2EE). Kendati demikian, apa sebenarnya fitur E2EE dan bagaimana cara kerjanya? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Enkripsi End To End?

Enkripsi adalah metode yang memungkinkan sebuah informasi dikunci menggunakan kode. Pesan yang dikirim merupakan pesan terbuka atau disebut plain text. Seperti namanya, pesan ini memungkinkan perusahaan membaca pesan yang dikirim, termasuk media perantara hingga pelaku kejahatan (hackers). Namun, karena sistem perlindungan yang diadopsi WhatsApp adalah end-to-end encryption, maka pesan yang disebut plain text tadi akan diubah ke dalam kode acak rahasia. Sehingga informasi sebenarnya tidak bisa terbaca oleh pihak manapun, kecuali pihak pengirim dan penerima pesan.

Makanya, sistem keamanan ini disebut end-to-end encryption. Sebab, sistem E2EE menjamin bahwa pesan yang dikirim hanya dapat dibaca dan dilihat oleh pengirim dan penerima pesan saja, tidak dapat diintip oleh peretas yang ingin mencegat jalur komunikasi. Di laman resmi Whatsapp1, perusahaan menjamin bahwa seluruh data telah dilindungi oleh sistem E2EE, termasuk isi pesan, dokumen (foto/video), rekaman suara, riwayat panggilan suara/video, hingga unggahan status di WhatsApp Status.

“Dengan sistem end-to-end encryption, pesan, foto, video, rekaman suara, dokumen, panggilan suara, hingga WhatsApp status Anda akan dijamin tidak akan jatuh ke tangan yang salah,” tulis WhatsApp.

Bagaimana Cara Kerja Enkripsi End To End?

Sistem enkripsi end to end pada WhatsApp menggunakan algoritma AES 256 bit. Artinya, dari segi teknologi, WhatsApp end-to-end encryption bisa dikatakan sangat kuat guna mengamankan percakapan antar pengguna2. Sistem ini bekerja dengan cara menghasilkan sebuah kunci rahasia yang hanya diketahui oleh pengirim dan penerima pesan saja. Kunci ini digunakan untuk mengunci dan membuka pesan yang dikirim.

Kunci rahasia ini disebut juga dengan kunci publik dan kunci privat. Kunci publik adalah kunci yang digunakan untuk mengenkripsi pesan sebelum dikirim. Kunci privat adalah kunci yang digunakan untuk mendekripsi pesan setelah diterima. Kunci publik dan privat ini saling berhubungan secara matematis sehingga hanya cocok satu sama lain.

Setiap pengguna WhatsApp memiliki kunci publik dan privat yang berbeda-beda. Kunci publik akan dikirimkan ke server WhatsApp saat pertama kali menginstal aplikasi. Kunci privat akan disimpan di dalam perangkat pengguna dan tidak akan pernah dikirimkan ke server WhatsApp. Saat pengguna mengirim pesan ke kontak lain, pesan tersebut akan dienkripsi dengan kunci publik penerima. Saat penerima membuka pesan tersebut, pesan akan didekripsi dengan kunci privat penerima.

Proses enkripsi dan dekripsi ini berlangsung secara otomatis dan tidak memerlukan intervensi pengguna. Sistem ini juga tidak perlu diaktifkan atau dinonaktifkan secara manual karena sudah menjadi sistem bawaan WhatsApp. Cara untuk mengetahui apakah percakapan kita sudah terenkripsi end to end atau belum adalah dengan melihat adanya ikon gembok di samping nama kontak atau grup. Jika gembok tertutup, berarti percakapan kita sudah terenkripsi. Jika gembok terbuka, berarti percakapan kita belum terenkripsi.

Selain itu, kita juga bisa memverifikasi kode keamanan yang dimiliki oleh setiap kontak atau grup. Kode keamanan ini adalah representasi dari kunci publik dan privat yang digunakan untuk mengenkripsi dan dekripsi pesan. Kode keamanan ini bisa ditampilkan dalam bentuk kode QR atau angka 60 digit. Kita bisa membandingkan kode keamanan kita dengan kode keamanan kontak atau grup yang ingin kita verifikasi. Jika kode keamanannya sama, berarti percakapan kita sudah terenkripsi end to end.

Apa Manfaat dan Kelemahan Enkripsi End To End?

Manfaat utama dari enkripsi end to end adalah untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna WhatsApp. Dengan sistem ini, kita bisa berkomunikasi dengan bebas tanpa khawatir pesan kita dibaca atau disadap oleh pihak yang tidak berhak. Sistem ini juga bisa mencegah penyalahgunaan data pengguna oleh pihak WhatsApp sendiri atau pihak ketiga lainnya.

Namun, enkripsi end to end juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah jika kita lupa atau kehilangan kunci privat kita, maka kita tidak akan bisa membuka pesan yang sudah terenkripsi. Kita juga tidak bisa meminta bantuan dari pihak WhatsApp untuk membuka pesan tersebut karena mereka juga tidak memiliki akses ke kunci privat kita.

Kelemahan lainnya adalah jika kita mengirim pesan ke kontak yang menggunakan perangkat yang sudah diretas atau dicuri oleh orang lain. Dalam hal ini, orang lain tersebut bisa membuka pesan kita dengan menggunakan kunci privat yang ada di perangkat tersebut. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati dalam memilih kontak yang ingin kita ajak berkomunikasi melalui WhatsApp.

Kesimpulan

Enkripsi end to end adalah sistem yang memungkinkan pesan terus terenkripsi atau terlindung dengan kode-kode khusus mulai dari pengiriman pesan sampai pada diterima oleh penerima dan berlaku sebaliknya. Sistem ini menjamin bahwa pesan yang dikirim hanya dapat dibaca dan dilihat oleh pengirim dan penerima pesan saja, tidak dapat diintip oleh peretas yang ingin mencegat jalur komunikasi.

Sistem enkripsi end to end pada WhatsApp menggunakan algoritma AES 256 bit yang sangat kuat guna mengamankan percakapan antar pengguna. Sistem ini bekerja dengan cara menghasilkan sebuah kunci rahasia yang hanya diketahui oleh pengirim dan penerima pesan saja. Kunci ini digunakan untuk mengunci dan membuka pesan yang dikirim.

Manfaat utama dari enkripsi end to end adalah untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna WhatsApp. Namun, sistem ini juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Jika kita lupa atau kehilangan kunci privat kita, maka kita tidak akan bisa membuka pesan yang sudah terenkripsi. Kita juga tidak bisa meminta bantuan dari pihak WhatsApp untuk membuka pesan tersebut karena mereka juga tidak memiliki akses ke kunci privat kita.
  • Jika kita mengirim pesan ke kontak yang menggunakan perangkat yang sudah diretas atau dicuri oleh orang lain, maka orang lain tersebut bisa membuka pesan kita dengan menggunakan kunci privat yang ada di perangkat tersebut. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati dalam memilih kontak yang ingin kita ajak berkomunikasi melalui WhatsApp.
  • Jika kita menggunakan fitur cadangan (backup) pesan WhatsApp di Google Drive atau iCloud, maka pesan tersebut tidak akan terenkripsi end to end. Hal ini karena Google Drive atau iCloud tidak mendukung sistem enkripsi WhatsApp. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa akun Google Drive atau iCloud kita aman dari akses orang lain.

Demikianlah penjelasan tentang apa itu enkripsi WhatsApp dan bagaimana cara kerjanya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang teknologi komunikasi yang satu ini.

admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *